Mustadh‘afīn dan Pembebasan Kaum Tertindas di Era Kapitalisme* Kapitalisme memisahkan iman dari kerja, menjadikan manusia objek akumulasi dan mustadh‘afīn sekadar angka. Esai ini menganalisis dan mengembalikan keduanya pada poros tauhid: bahwa membebaskan kaum tertindas adalah inti keadilan ilahi, dan perlawanan terhadap eksploitasi adalah amanah, bukan pilihan. Orang-orang kalah Penderitaan hidup yang dialami mayoritas orang Indonesia hari ini bukan nasib, melainkan konsekuensi dari kekalahan struktural di masa lalu. Lewat pembacaan singkat, tulisan ini menelusuri jejak kekalahan itu—sekaligus ajakan untuk merawat ingatan dan mengakurasi perjuangan kembali. Inilah Matematikanya —Bagaimana Tiongkok Menghindari Bubble AI Rahasia AI Tiongkok bukanlah modal besar, melainkan pilihan matematika yang lebih cerdas. Alih-alih Transformer eksponensial, mereka menggunakan algoritma LSTM yang hemat komputasi dan fokus pada aplikasi industri nyata yang lebih bermanfaat dan membumi. “Musisi Perintis” dan Kibul-kibulnya Menghargai musisi perintis itu wajib, tapi jangan sampai kita terjebak dalam kibul budaya yang menuhankan mereka dan menganggap mereka kebal kritik. Lalu, penghargaan macam apa yang mestinya diberikan? Saya, Paulina, dan Kita Semua Mewarisi Kehinaan yang Sama Jika setiap generasi mewarisi kegelisahan zamannya sendiri, apa yang tersisa bagi generasi yang lahir setelah kediktatoran tumbang, selain reruntuhan yang tak pernah mereka ciptakan? Esai ini membaca Paulina Flores untuk mencoba mencari jawabannya Deklarasi Lahore: Dalam Semangat Komintern Berangkat dari sebuah konferensi di Lahore, artikel ini mengulas arti penting membangun front anti-imperialis lintas negara di tengah perubahan tatanan dunia yang semakin multipolar. Marxisme vs. Teori Queer Kaum Marxis tidak melawan diskriminasi dengan memparodikan gender atau mengganti kata-kata. Kaum Marxis melawannya dengan menggulingkan sistem kelas yang melahirkannya. Di luar itu, semua hanya omong kosong borjuis.

Most recommended subjects

Featured books

Featured authors

Rizki Amalia Affiat Membayangkan kebangkitan Dunia Islam tanpa membongkar logika kapitalisme hanyalah ilusi tanpa pijakan material. Dede Mulyanto Hanya karena 99 persen para pekerja merasa sejahtera, hidup nyaman, dan tidak pernah terbersitpun dipikirannya bahwa mereka dieksploitasi tak lantas eksploitasi itu tak ada. Mahfud Ikhwan Menurut saya, manipulasi kapitalisme berupa sepakbola adalah manipulasi terbaik yang terjadi di Indonesia. Mungkin di dunia. Gabriel García Márquez The only difference today between Liberals and Conservatives is that the Liberals go to mass at five o'clock and the Conservatives at eight. Sally Rooney Segala sesuatu dibentuk oleh konteksnya, dan konteks itu selalu politis.

Kirim sebuah tulisan

Kamu memiliki pendapat, perspektif, atau pengalaman khusus tentang membaca buku atau membaca fenomena/situasi yang terjadi? Tulis menjadi esai ataupun artikel, dan kirimkan ke kami untuk dibaca dan didiskusikan bersama pembaca lainnya!

Featured translator

Joss Wibisono Diandra Rizkyutami Fransiskus Pascaries Astrid Wasistyanti Ronny Agustinus Aquarina Kharisma Sari

Books about Palestine

Indonesian Literature

Events and promotions