Inflasi dan Martabat Manusia: Mengapa Krisis Ekonomi Tidak Hanya Soal Angka Inflasi bukan hanya soal harga yang naik. Di balik setiap angka statistik, ada kehidupan yang menyusut, pilihan yang semakin sempit, dan martabat manusia yang dipertaruhkan. Memulai mempelajari Marxisme Sebuah tinjauan mendalam mengenai prosesnya, ditambah saran-saran yang saya harap pernah saya terima saat pertama kali mulai mempelajarinya. Pengantar Mengenal Paman Hồ dan Gerakan Pembebasan Vietnam Sebelum menjadi “dia yang mencerahkan”, Hồ Chí Minh adalah seorang pengembara yang menyaksikan dunia kolonial dari dek kapal, dapur, dan jalanan asing. Dari pengalaman itu lahir keyakinan: kemerdekaan tidak diberikan, melainkan direbut. Rayo Vallecano! Petir Kelas Pekerja yang Mengguncang Final Eropa Dari reruntuhan Vallecas yang dibombardir fasisme hingga stadion reyot yang menolak tunduk pada logika korporasi, Rayo Vallecano membawa satu pertanyaan lama: masih mungkinkah sepakbola menjadi milik rakyat? Membaca "Lelaki Malang, Kenapa Lagi?": Refleksi Nasib Pekerja Indonesia Hari Ini 𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘓𝘢𝘨𝘪? bukan sekadar novel tentang krisis ekonomi, tetapi potret telanjang tentang eksploitasi, keterasingan, dan rapuhnya hidup kelas pekerja di bawah sistem kapitalisme. Mari bertanya di Hari Buruh! Lelah itu wajar. Tapi yang aneh adalah di zaman serba canggih begini, produktivitas naik, teknologi membantu banyak hal, mengapa rasa lelah kita tidak berkurang? Malah bagi sebagian orang justru bertambah. Palestine 36 – Ulasan Film Dari pos pemeriksaan, hukuman kolektif, hingga pembongkaran rumah—semua yang dilakukan Israel sekarang, pertama kali dilatih oleh Inggris di Palestina tahun 1936.

Inflasi dan Martabat Manusia: Mengapa Krisis Ekonomi Tidak Hanya Soal Angka Inflasi bukan hanya soal harga yang naik. Di balik setiap angka statistik, ada kehidupan yang menyusut, pilihan yang semakin sempit, dan martabat manusia yang dipertaruhkan. Memulai mempelajari Marxisme Sebuah tinjauan mendalam mengenai prosesnya, ditambah saran-saran yang saya harap pernah saya terima saat pertama kali mulai mempelajarinya. Pengantar Mengenal Paman Hồ dan Gerakan Pembebasan Vietnam Sebelum menjadi “dia yang mencerahkan”, Hồ Chí Minh adalah seorang pengembara yang menyaksikan dunia kolonial dari dek kapal, dapur, dan jalanan asing. Dari pengalaman itu lahir keyakinan: kemerdekaan tidak diberikan, melainkan direbut. Rayo Vallecano! Petir Kelas Pekerja yang Mengguncang Final Eropa Dari reruntuhan Vallecas yang dibombardir fasisme hingga stadion reyot yang menolak tunduk pada logika korporasi, Rayo Vallecano membawa satu pertanyaan lama: masih mungkinkah sepakbola menjadi milik rakyat? Membaca "Lelaki Malang, Kenapa Lagi?": Refleksi Nasib Pekerja Indonesia Hari Ini 𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘓𝘢𝘨𝘪? bukan sekadar novel tentang krisis ekonomi, tetapi potret telanjang tentang eksploitasi, keterasingan, dan rapuhnya hidup kelas pekerja di bawah sistem kapitalisme. Mari bertanya di Hari Buruh! Lelah itu wajar. Tapi yang aneh adalah di zaman serba canggih begini, produktivitas naik, teknologi membantu banyak hal, mengapa rasa lelah kita tidak berkurang? Malah bagi sebagian orang justru bertambah. Palestine 36 – Ulasan Film Dari pos pemeriksaan, hukuman kolektif, hingga pembongkaran rumah—semua yang dilakukan Israel sekarang, pertama kali dilatih oleh Inggris di Palestina tahun 1936.

Most recommended subjects

Featured books

banner-po

Featured authors

Sally Rooney Segala sesuatu dibentuk oleh konteksnya, dan konteks itu selalu politis. Mariana Enríquez Pembakaran adalah pekerjaan manusia. Mereka selalu membakar kita. Sekarang kita membakar diri kita sendiri. Tapi kita tidak akan mati; kita akan memamerkan bekas luka kita. Juan Emar Apa yang sesungguhnya terjadi seringkali jauh berbeda dari yang orang-orang katakan. Luis Sepúlveda La libertà è uno stato di grazia e si è liberi solo mentre si lotta per conquistarla. Ellen Meiksins Wood The idea that capitalism equals 'progress' is one of the most powerful ideological weapons ever devised.

Reading list

  • Reading List-Desember 2025

    Buku Rekomendasi PB // Edisi Desember 2025

    Kami mengajakmu untuk menyelam ke dunia Orwell yang mengutuk ketaatan buta, kemudian menyusuri kampung-kampung tempat perempuan berjuang melawan perampasan tanah, hingga mengupas wajah neoliberalisme yang menggerus kemanusiaan.

  • Tahun 2025 dalam 20 buku

    Tahun 2025 dalam 20 buku

    2025 dibukan dan ditutup dengan krisis yang semakin dalam. Kami telah memilih beberapa buku untuk membaca tahun 2025. Di antaranya mengungkap, semua krisis yang terjadi, dan yang lebih parah, berpotensi untuk terulang dan muncul di tahun-tahun selanjutnya jika tidak segera diatasi dengan tepat.

Kirim sebuah tulisan

Kamu memiliki pendapat, perspektif, atau pengalaman khusus tentang membaca buku atau membaca fenomena/situasi yang terjadi? Tulis menjadi esai ataupun artikel, dan kirimkan ke kami untuk dibaca dan didiskusikan bersama pembaca lainnya!

Featured translator

Ronny Agustinus Eka Kurniawan Aquarina Kharisma Sari Astrid Wasistyanti Djokolelono Gita Nanda

Books about Palestine

Indonesian Literature

Events and promotions

Publishers

barabooks
ultimus
bentang
moooi
verso
markir
insistpress
pin
labirin buku

Publishers