Kaisar Deem

Kaisar Deem

Kaisar Deem adalah penulis sastra yang menaruh perhatian pada kehidupan orang-orang biasa—mereka yang hidup di pinggir kota, di sela-sela pembangunan, atau di bawah bayang-bayang berbagai ketimpangan sosial. Cerita-ceritanya kerap bergerak di antara realitas yang keras, humor yang getir, dan nasib manusia yang sering kali tak mendapat tempat dalam cerita-cerita besar.

Tulisan-tulisannya seperti pada Suara dari Makam Tak Bernama (2026 Gramedia) dan Jose Kecil dalam Dirimu (2025 Bara Books) menampilkan suara yang khas: peka terhadap persoalan sosial, namun tetap mengutamakan kekuatan cerita. Melalui fiksi, Kaisar Deem berusaha menangkap hal-hal yang kerap luput dari perhatian—luka, harapan, dan ironi yang hidup di sekitar kita. Karya-karyanya yang lain juga dapat ditemui di berbagai media sastra Indonesia.

Akhir-akhir ini hidup memang serba sulit […]. Dan setiap kali angka kriminalitas di kota naik maka telunjuk polisi tak pernah jauh-jauh dari perkampungan tersebut, tempat para gembel dan kere menjalani hidup tak layak mereka dari hari ke hari. —Kaisar Deem, Yang Muncul dan Mengendap-endap di Sepertiga Malam