Description
Jauh dari kota, sepasang suami istri terpaksa menggendong pulang jenazah sang anak karena ambulans tak kunjung datang. Di balai kota, seorang tukang bersih-bersih mengintip rapat besar para tikus yang mengatur jalannya pemerintahan. Di pusat kota, seorang pemuda menerima pekerjaan untuk menjaga makam tak bernama, yang tidak hanya mengubur jasad, tetapi juga suara yang terlalu lantang.
Di suatu negara yang riuh, ada begitu banyak suara yang tak terdengar. Dari suara yang penuh harapan, sampai suara yang meminta pertolongan. Dalam kumpulan cerita Suara dari Makam Tak Bernama, kita akan mendengar suara-suara lirih terakhir yang menolak untuk dibungkam– yang tidak hanya membutuhkan telinga untuk mendengar, tetapi juga hati untuk merasa.












