10 Buku Rekomendasi // Edisi Juni 2026
𝘍𝘦𝘢𝘵𝘶𝘳𝘪𝘯𝘨 Muhammad Iqbal, Teuku Reza Fadeli, Tan Malaka, Ubaidillah dan Yono Daryono serta beberapa penulis pilihan lainnya
𝘍𝘦𝘢𝘵𝘶𝘳𝘪𝘯𝘨 Muhammad Iqbal, Teuku Reza Fadeli, Tan Malaka, Ubaidillah dan Yono Daryono serta beberapa penulis pilihan lainnya
Inflasi bukan hanya soal harga yang naik. Di balik setiap angka statistik, ada kehidupan yang menyusut, pilihan yang semakin sempit, dan martabat manusia yang dipertaruhkan.
Sebuah tinjauan mendalam mengenai prosesnya, ditambah saran-saran yang saya harap pernah saya terima saat pertama kali mulai mempelajarinya.
Sebelum menjadi “dia yang mencerahkan”, Hồ Chí Minh adalah seorang pengembara yang menyaksikan dunia kolonial dari dek kapal, dapur, dan jalanan asing. Dari pengalaman itu lahir keyakinan: kemerdekaan tidak diberikan, melainkan direbut.
Dari reruntuhan Vallecas yang dibombardir fasisme hingga stadion reyot yang menolak tunduk pada logika korporasi, Rayo Vallecano membawa satu pertanyaan lama: masih mungkinkah sepakbola menjadi milik rakyat?
𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘓𝘢𝘨𝘪? bukan sekadar novel tentang krisis ekonomi, tetapi potret telanjang tentang eksploitasi, keterasingan, dan rapuhnya hidup kelas pekerja di bawah sistem kapitalisme.
Lelah itu wajar. Tapi yang aneh adalah di zaman serba canggih begini, produktivitas naik, teknologi membantu banyak hal, mengapa rasa lelah kita tidak berkurang? Malah bagi sebagian orang justru bertambah.
Dari pos pemeriksaan, hukuman kolektif, hingga pembongkaran rumah—semua yang dilakukan Israel sekarang, pertama kali dilatih oleh Inggris di Palestina tahun 1936.
Kadang yang paling sulit bukan meninggalkan, tapi berdamai dengan yang ditinggalkan. Sebuah kisah tentang luka, jarak, dan hal-hal yang tak pernah benar-benar selesai.
Blokade AS terhadap Kuba bukan sekadar sanksi ekonomi, melainkan strategi sistematis untuk melumpuhkan kedaulatan negara melalui penciptaan krisis kemanusiaan—Dari embargo ekonomi yang dimulai tahun 1960 hingga pemangkasan pasokan minyak dari Venezuela dan Meksiko di era Trump, inilah blokade terpanjang dunia.
Ribuan warga negara kita terjebak dalam apa yang disebut sebagai “kompleks industri penipuan”.
Bagaimana industri tersebut berkembang dan menjerat pekerja migran Indonesia, serta bagaimana dinamika ekonomi politik migrasi dan perlindungan pekerja?
Inti persoalannya bukan terletak pada isu nuklir Iran; tetapi pada upaya untuk menundukkan Iran, melucuti senjatanya, dan membuatnya tidak relevan di Asia Barat.