Ketika banjir memakan Hotel lantai demi lantai, sekelompok tamu yang terjebak mencoba meregulasi kehidupan sementara mereka. Sambil mengikuti keseharian kembar lima yang terdiri dari bocah serba-bisa, anak manis dengan rambut selurus tempe, gadis sunyi, perempuan dengan kepribadian serupa banteng, dan si bungsu pengutip film, 87 tamu harus mencari cara keluar dari Hotel yang disekap banjir…
Dua mayat dengan tubuh terkoyak ditemukan di tepi Jembatan Merah yang tak kunjung selesai dibangun. Darah mereka masih segar, tapi jasad keduanya tak lagi utuh. “Siapa pun yang melihat luka-luka itu akan langsung mengetahui sosok yang pantas dituduhkan sebagai pelaku, yaitu harimau.” Peristiwa itu rupanya adalah permulaan dari berakhirnya status quo yang telah lama menyengsarakan warga Pajang.…
Berbagai persoalan menunjukkan bahwa politik dan ekonomi pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dan bahwa hubungan antara negara dan pasar adalah kunci untuk memahami dunia secara menyeluruh.
Moses and Monotheism bukanlah buku yang terbilang mudah untuk ditulis atau dipublikasikan oleh Freud. Ia mulai menuliskan buku ini pada tahun 1930-an saat ia masih menetap di Wina, ia sadar betul bahwa apabila ia memublikasikan buku ini maka ia harus bersedia merekam kebencian dari Gereja Katolik Austria. Bagaimanapun, buku ini lebih menekankan pada beberapa hal…
Beberapa persoalan akut yang diidap oleh kesusastraan Indonesia dikupas oleh Budi Darma dengan bahasa yang asyik, sesekali menohok. Terutama persoalan melodrama dalam novel-novel Indonesia dan posisi seorang kritikus sastra yang dibahas tuntas dalam esai Nirdawat. Kepadatan esai-esainya terasa bukan hanya menelanjangi karya dan tokoh sastra yang dibahas, tetapi juga mencekam, mengungkung, sekaligus membebaskan imajinasi pembacanya.…