Marx dan Bakunin –Anton Pannekoek

Marx and Bakunin - Pannekoek
Marx and Bakunin – Pannekoek // gambar: libcom.org

Surat Anton Pannekoek kepada anarkis Australia Kenneth Joseph Kenafick (26 Mei 1949) tentang perbedaan antara Marx dan Bakunin, Marxisme dan Anarkisme. Kenafick telah mengirimkan surat pendek berisi salinan bukunya Michael Bakunin dan Karl Marx kepada Pannekoek pada 12 Februari 1949—surat pertama dapat dibaca di sini. Yang terlampir adalah salinan tulisan tangan Pannekoek, yang berdasarkan catatannya berbunyi “deel v brief aan Kenafick” (bagian dari surat kepada Kenafick), yang diperoleh dari Institut Internasional Sejarah Sosial di Amsterdam. (IISG, Arsip Pannekoek, F.108 PP.8)

Marx dan Bakunin

… Saya pikir kita sekarang berada dalam suasana hati, ditentukan oleh kondisi-kondisi yang dihasilkan oleh pembangunan sosial saat ini, untuk melihat secara lebih obyektif, tanpa memihak, pada pertarungan antara dua tokoh revolusioner besar yang mendominasi pemimpin[1]Catatan penerjemah: teks asli “the rev. movement” dengan “the rev.” mengacu pada gelar untuk anggota pendeta Kristen yang penggunaannya di sini adalah secara simbolik sebagai pemimpin agung … Continue reading pergerakan di abad ke-19; untuk menghargai bahwa kita memiliki keduanya, dan untuk memahami perbedaan dan pertentangannya. Keduanya mengambil bagian dalam revolusi tahun 1848, sebagai militan; tapi kemudian jalan mereka berpisah; mereka memang merupakan produk dari lingkungan sosial yang sangat beragam. B. [Bakunin] datang dari Rusia ketika absolutisme Tsar menghambat semua kemajuan sosial dan spiritual; Marx dibentuk oleh kebangkitan kapitalisme industri di Barat. Oleh karena itu, bagi Bakunin, kebebasan adalah ide yang bagus; dia melihat [###] kekuasaan negara sebagai dasar perbudakan dan kemiskinan masyarakat. Marx melihat eksploitasi kapitalis sebagai penyebab kesengsaraan dan perbudakan; kebebasan politik ia lihat hadir di Inggris, di mana, betapapun persaingan usaha kecil, tidak terorganisir, ia menganggap organisasi sebagai tuntutan utama, yang hanya dapat dipastikan oleh kekuasaan pusat yang mendominasi, kekuasaan negara demokratis, yang didominasi oleh kelas pekerja. Jadi ide-ide dasar mereka bertentangan satu sama lain; M. [Marx] melihat bahwa kebebasan politik Bakunin saja tidak cukup (lihat Inggris); B. melihat bahwa kekuasaan negara yang terorganisir oleh Marx akan membawa perbudakan yang paling buruk. Bakunin telah mempelajari dan mengasimilasi, seperti kebanyakan orang Rusia, sains dan pengetahuan Barat, dan, berbeda dari orang-orang Rusia lainnya, menerapkannya untuk mengambil bagian dalam perjuangan massa yang tereksploitasi di Eropa Barat, dengan berpikir bahwa yang menjadi masalah mereka sama dengan yang menjadi masalahnya. Marx merevolusi ilmu pengetahuan Barat dan dengan cara ini, melalui Materialisme Historis dan teori Ekonomi Kapitalisme, ia meletakkan dasar baru bagi seluruh perjuangan kelas lebih lanjut.

Bentrokan mereka di Internasional Pertama telah ditangani dari kedua belah pihak, oleh kaum sosialis dan anarkis, masing-masing membela pendahulu mereka, dan sebagian besar mengulangi semua argumen dan tuduhan lama. Anda tahu karya penulis Swiss Brupbacher tentang Marx dan Bakunin; ketika sejarawan dan sosialis Jerman terkenal Franz Mehring kemudian menegaskan sudut pandangnya dan menyatakan sikap kritisnya terhadap banyak pernyataan Marx, ia mendapat banyak celaan di kalangan rekan-rekan partai sosialisnya; Saya rasa saya ingat bahwa Rjasanoff, salah satu pakar terbaik dalam sejarah sosialis, mengkritik Mehring setelahnya.

Itu bukan sekadar benturan dua karakter yang berlawanan, di sana semangat berapi-api yang menggugah perasaan memberontak untuk memperjuangkan kebebasan, di sanalah ilmuwan fundamental mencoba mengorganisir kebangkitan kelas pekerja. Masalahnya adalah bagaimana menyatukan organisasi dan kebebasan ke dalam satu bentuk dan metode aksi revolusioner. Hal ini tidak dapat diselesaikan pada saat itu, karena penyelesaiannya memerlukan tingkat kesadaran proletar yang lebih tinggi dibandingkan pada abad ke-19. Perkembangan kapitalis telah mengubah kondisi tersebut. Organisasi telah menjadi senjata kapitalisme, dan di tangannya kekuasaan negara, di Jerman dan Rusia, menjadi instrumen yang menghancurkan penindasan despotik terhadap kebebasan. Kini, ketika kaum sosialis yang menyebut diri mereka pengikut Marx, dalam distorsi pandangannya yang sepihak, bertindak sebagai agen kapitalisme negara, kini wajar jika perhatian masyarakat luas tertuju pada tulisan Bakunin. Jadi menurut saya buku yang menjelaskan pandangan-pandangannya akan mendapat banyak minat di kalangan pekerja.

Namun, kita tidak boleh lupa bahwa dengan cara ini masalahnya tidak terselesaikan. Solusi ini hanya dapat dihasilkan dari tindakan kelas pekerja, ketika mereka harus berjuang melawan kondisi yang semakin buruk di bawah kediktatoran negara yang lebih kuat. Saya pikir harus jelas bahwa organisasi dewan merupakan sintesis dari pandangan-pandangan yang pada abad sebelumnya tampaknya sepenuhnya bertentangan. Di sanalah tujuan organisasi dan kebebasan dipadukan menjadi satu kesatuan yang harmonis. Ia pertama kali muncul secara spontan di soviet-soviet revolusi Rusia, namun kemudian ditindas dan didistorsi oleh kapitalisme negara. Kemudian di Jerman pada tahun 1918-19, muncullah gerakan Arbeiterrate, dan di sini dan di Belanda, dalam kelompok-kelompok sempalan yang menentang perkembangan Partai Komunis, gagasan tentang dewan buruh mendapatkan ekspresi yang semakin jelas. Dengan sudut pandang baru ini saya pikir kita akan dapat memahami lebih baik karya para pendahulu kita yang hebat. – – – – –

Tulisan ini sebelumnya diterbitkan di libcom.org dengan judul Marx and Bakunin – Anton Pannekoek dikirimkan oleh Mikail Firtinaci. Diterjemahkan dari bahasa Inggris untuk diterbitkan ulang di sini.

Kritik serta saran yang membangun, silakan tulis di halaman kontak.

Penerbitan surat ini, berkenaan dengan situasi global saat ini dan beberapa dekade terakhir;

  • Perang Rusia dan Ukraina misalnya, banyak dari pihak anarkis maupun marxis yang memihak ke Rezim Ukraina atau pun Rusia
  • Di Suriah; ada kaum anarkis dan marxis yang membela aliansi NATO atau pun PKK (Partai Pekerja Kurdistan).
  • Juga kaum anarkis dan marxis yang menentang negara, kolaborasi kelas, dan kapitalisme dalam setiap perang.

Tentu saja masih ada perbedaan krusial antara kelompok anarkis revolusioner dan kelompok marxis. Namun, jika menyangkut perjuangan kelas internasionalis melawan perang borjuis dan militerisme, kaum anarkis revolusioner dan kaum marxis jelas memiliki lebih banyak kesamaan.

References

References
1 Catatan penerjemah: teks asli “the rev. movement” dengan “the rev.” mengacu pada gelar untuk anggota pendeta Kristen yang penggunaannya di sini adalah secara simbolik sebagai pemimpin agung gerakan sosial.

Share your thoughts

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.