Description
Buku Naar De Republiek Indonesia: Edisi Kritis 100 Tahun bukan sekedar penerbitan ulang. Naar de Republiek Indonesia dibaca kembali sebagai teks politik yang lama “dijinakan”.
Dengan membandingkan edisi Indonesia 1962 dan naskah sumber Belanda edisi kritis ini membuka lapisan-lapisan yang dirapikan dalam sejarah penerbitanya lewat kata pengantar komprehensif dan ratusan catatan kaki sebagai ruang editorial yang menandai perbedaan, membuka konteks historis dan teoritis, serta menelusuri ketegangan historis yang menyertainya. Termasuk menyingkap kesalahan pemahaman atas bahasa asal teks yang berdampak pada pengaburan peran penerjemah dalam sejarah penerbitannya.
Seratus tahun lalu, Naar de Republiek Indonesia ditulis oleh Tan Malaka. Republik kini telah ada, setidanya secara formal tapi seperti ini kah republik yang dibayangkan Tan Malaka atau yang dikehendaki kita?















