Description
Buku ini berusaha mengingat berbagai peristiwa kekerasan yang pernah terjadi di Indonesia meski ada desakan kuatโdari negara, pelaku, bahkan sebagian korbannya sendiriโuntuk melupakannya.
Dari pembantaian Banda era kolonial hingga pembantaian dukun santet di Banyuwangi era reformasi, dari 1965 hingga RMS, dari โIanfuโ hingga Momok Merah, dari Darul Islam hingga pembunuhan atas etnis Tionghoa semasa Revolusi.
Mengingat kekerasan bukanlah untuk menggarami luka atau memelihara dendam, tetapi untuk mencegah hal yang sama berulang kembali di masa kini maupun masa depan. Juga untuk memutus logika-logika yang membenarkan kekerasan sebagai jalan keluar.















