Membaca "Lelaki Malang, Kenapa Lagi?": Refleksi Nasib Pekerja Indonesia Hari Ini 𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘓𝘢𝘨𝘪? bukan sekadar novel tentang krisis ekonomi, tetapi potret telanjang tentang eksploitasi, keterasingan, dan rapuhnya hidup kelas pekerja di bawah sistem kapitalisme. Mari bertanya di Hari Buruh! Lelah itu wajar. Tapi yang aneh adalah di zaman serba canggih begini, produktivitas naik, teknologi membantu banyak hal, mengapa rasa lelah kita tidak berkurang? Malah bagi sebagian orang justru bertambah. Palestine 36 – Ulasan Film Dari pos pemeriksaan, hukuman kolektif, hingga pembongkaran rumah—semua yang dilakukan Israel sekarang, pertama kali dilatih oleh Inggris di Palestina tahun 1936. Akar yang Tak Bisa Ditinggal: Ulasan “Seakan Bisa Dipisahkan” Ruhaeni Intan Kadang yang paling sulit bukan meninggalkan, tapi berdamai dengan yang ditinggalkan. Sebuah kisah tentang luka, jarak, dan hal-hal yang tak pernah benar-benar selesai. Kuba Tak Pernah Menyerah: Bertahan di Bawah Blokade Terpanjang Dunia Blokade AS terhadap Kuba bukan sekadar sanksi ekonomi, melainkan strategi sistematis untuk melumpuhkan kedaulatan negara melalui penciptaan krisis kemanusiaan—Dari embargo ekonomi yang dimulai tahun 1960 hingga pemangkasan pasokan minyak dari Venezuela dan Meksiko di era Trump, inilah blokade terpanjang dunia. Jeruji di Tanah Kamboja: Ekonomi-Politik, Penindasan dan Absennya Negara dalam Perlindungan PMI Ribuan warga negara kita terjebak dalam apa yang disebut sebagai “kompleks industri penipuan”. Bagaimana industri tersebut berkembang dan menjerat pekerja migran Indonesia, serta bagaimana dinamika ekonomi politik migrasi dan perlindungan pekerja? Memahami Iran—Pengantar Singkat Inti persoalannya bukan terletak pada isu nuklir Iran; tetapi pada upaya untuk menundukkan Iran, melucuti senjatanya, dan membuatnya tidak relevan di Asia Barat.

Membaca "Lelaki Malang, Kenapa Lagi?": Refleksi Nasib Pekerja Indonesia Hari Ini 𝘓𝘦𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘔𝘢𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘓𝘢𝘨𝘪? bukan sekadar novel tentang krisis ekonomi, tetapi potret telanjang tentang eksploitasi, keterasingan, dan rapuhnya hidup kelas pekerja di bawah sistem kapitalisme. Mari bertanya di Hari Buruh! Lelah itu wajar. Tapi yang aneh adalah di zaman serba canggih begini, produktivitas naik, teknologi membantu banyak hal, mengapa rasa lelah kita tidak berkurang? Malah bagi sebagian orang justru bertambah. Palestine 36 – Ulasan Film Dari pos pemeriksaan, hukuman kolektif, hingga pembongkaran rumah—semua yang dilakukan Israel sekarang, pertama kali dilatih oleh Inggris di Palestina tahun 1936. Akar yang Tak Bisa Ditinggal: Ulasan “Seakan Bisa Dipisahkan” Ruhaeni Intan Kadang yang paling sulit bukan meninggalkan, tapi berdamai dengan yang ditinggalkan. Sebuah kisah tentang luka, jarak, dan hal-hal yang tak pernah benar-benar selesai. Kuba Tak Pernah Menyerah: Bertahan di Bawah Blokade Terpanjang Dunia Blokade AS terhadap Kuba bukan sekadar sanksi ekonomi, melainkan strategi sistematis untuk melumpuhkan kedaulatan negara melalui penciptaan krisis kemanusiaan—Dari embargo ekonomi yang dimulai tahun 1960 hingga pemangkasan pasokan minyak dari Venezuela dan Meksiko di era Trump, inilah blokade terpanjang dunia. Jeruji di Tanah Kamboja: Ekonomi-Politik, Penindasan dan Absennya Negara dalam Perlindungan PMI Ribuan warga negara kita terjebak dalam apa yang disebut sebagai “kompleks industri penipuan”.
Bagaimana industri tersebut berkembang dan menjerat pekerja migran Indonesia, serta bagaimana dinamika ekonomi politik migrasi dan perlindungan pekerja?
Memahami Iran—Pengantar Singkat Inti persoalannya bukan terletak pada isu nuklir Iran; tetapi pada upaya untuk menundukkan Iran, melucuti senjatanya, dan membuatnya tidak relevan di Asia Barat.

Most recommended subjects

Featured books

banner-po

Featured authors

Dede Mulyanto Hanya karena 99 persen para pekerja merasa sejahtera, hidup nyaman, dan tidak pernah terbersitpun dipikirannya bahwa mereka dieksploitasi tak lantas eksploitasi itu tak ada. Gabriel García Márquez The only difference today between Liberals and Conservatives is that the Liberals go to mass at five o'clock and the Conservatives at eight. Pramoedya Ananta Toer Berkhianat pada revolusi ini berarti berkhianat pada diri sendiri, pada publik yang membayarnya. Ellen Meiksins Wood The idea that capitalism equals 'progress' is one of the most powerful ideological weapons ever devised. Lydia Cacho We are still building the utopia for our children and our grandchildren, because there will be peace only when we still dream of peace.

Reading list

Kirim sebuah tulisan

Kamu memiliki pendapat, perspektif, atau pengalaman khusus tentang membaca buku atau membaca fenomena/situasi yang terjadi? Tulis menjadi esai ataupun artikel, dan kirimkan ke kami untuk dibaca dan didiskusikan bersama pembaca lainnya!

Featured translator

Fransiskus Pascaries Djokolelono Aquarina Kharisma Sari Diandra Rizkyutami Astrid Wasistyanti Joss Wibisono

Books about Palestine

Indonesian Literature

Events and promotions

Publishers

barabooks
ultimus
bentang
moooi
verso
markir
insistpress
pin
labirin buku

Publishers