Description
“Dalam karyanya, Rukiah secara konsisten menggambarkan bagaimana revolusi memengaruhi hidup orang-orang biasa. Kepedulian ini mencerminkan simpatinya yang mendalam terhadap rakyat kecil.”
— Annabel Teh Gallop
Siti Rukiah (1927–1996) adalah salah satu penulis perempuan yang terawal menerbitkan karyanya di alam Indonesia Merdeka. Rukiah aktif berkarya di masa Revolusi dan terus produktif di skena sastra dan kebudayaan dekade 1950-an hingga awal 1960-an. Tak hanya berkarya prosa dan puisi, aktivitasnya juga merentang dari meja editorial beberapa media kebudayaan (di antaranya Poedjangga Baroe dan majalah anak-anak Cendrawasih). Pun masih bergiat di organ seniman-seniman kiri, Lembaga Kebudayaan Rakyat (LEKRA).
Rukiah paling dikenal melalui novel Kejatuhan dan Hati (1950) dan bunga rampai puisi dan cerpen Tandus (1952). Karya kedua punya signifikansi sejarah yang penting lantaran memenangkan penghargaan sastra Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) 1952. Itu sekaligus menobatkannya sebagai penulis perempuan pertama yang memenangi kusala tersebut.
Sayang sekali, perjalanan kreatif Rukiah dipaksa henti gara-gara pemberangusan kelompok kiri pada 1965–1966. Setelah itu, nama Rukiah pun turut lindap, bahkan terlempar dari ranah sastra yang dia geluti dengan penuh renjana.
Sebab itulah, studi Annabel Teh Gallop tentang karya-karya Rukiah ini menjadi teramat penting. Ia menjadi pembuka jalan untuk mengenal kembali Rukiah dan karya-karyanya (meliputi cerpen, novel, puisi, cerita anak, dan esai) yang dipaksa surut. Di titik dasarnya, Gallop menyelami dilema badai antara kata hati dan rasionalitas seorang perempuan di tengah kemelut kontradiksi kehidupan di Indonesia Pascakolonial. Buku ini juga menelusuri kelindan antara karya Rukiah dan problematika kehidupan rakyat kecil di saat Revolusi membara.
Sinopsis
Bagaimana seorang perempuan penulis memaknai revolusi, cinta, keluarga, kemanusiaan, dan perubahan sosial di tengah lahirnya bangsa Indonesia? Pertanyaan itulah yang dijawab secara mendalam dalam buku Semesta Karya S. Rukiah: Pergulatan Hati dan Pikiran Perempuan Modern Indonesia, karya akademisi dan filolog terkemuka Annabel Teh Gallop.
Siti Rukiah (1927–1996) merupakan salah satu pelopor penulis perempuan Indonesia yang aktif berkarya sejak masa Revolusi hingga awal 1960-an. Melalui novel, cerpen, puisi, esai, dan karya sastra anak, Rukiah menghadirkan suara yang khas: suara perempuan yang tidak hanya menyaksikan perubahan zaman, tetapi juga bergulat di dalamnya. Namun, pergolakan politik pasca-1965 membuat namanya perlahan tersisih dari panggung sejarah sastra Indonesia.
Buku ini adalah tesisnya untuk memperoleh gelar M.A. di Indonesian and Malay Studies di School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London pada tahun 1985. Berangkat dari penelitian yang mendalam, Annabel Teh Gallop menelusuri seluruh jagat kepengarangan Rukiah. Buku ini mengajak pembaca mengenal kehidupan dan konteks sosial-politik yang membentuk dirinya, lalu memasuki dunia puisi-puisinya yang berbicara tentang kehidupan, kebenaran, revolusi, cinta, dan pencarian jati diri. Pembahasan berlanjut pada cerpen-cerpen penting, novel Kejatuhan dan Hati, esai-esai, karya sastra anak, hingga analisis tematis yang memperlihatkan benang merah pemikiran Rukiah tentang manusia dan masyarakat.
Lebih dari sekadar studi sastra, buku ini merupakan upaya pemulihan ingatan budaya. Gallop menunjukkan bahwa karya-karya Rukiah tidak dapat dipahami hanya melalui label politik yang pernah melekat padanya. Di balik itu, terdapat pengarang yang secara konsisten menaruh perhatian pada kehidupan rakyat biasa, pengalaman perempuan, serta dampak revolusi terhadap manusia dalam kesehariannya. Dengan pembacaan yang cermat dan empatik, Gallop memperlihatkan bagaimana Rukiah merumuskan hubungan antara kata hati, rasionalitas, idealisme, dan realitas sosial yang sering kali saling bertentangan.
Bagi pembaca umum, peneliti, mahasiswa, maupun pemerhati sastra Indonesia, buku ini menjadi pintu masuk yang penting untuk mengenal kembali salah satu penulis perempuan paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia modern. Semesta Karya S. Rukiah bukan hanya kisah tentang seorang pengarang yang terlupakan, melainkan juga tentang bagaimana sastra menyimpan jejak pergulatan bangsa, memori sejarah, dan suara-suara yang pernah dipinggirkan oleh zaman.




















