Description
“PKI adalah salah satu partai yang tertua dan terbesar di Indonesia… barangkali partai yang paling disukai tetapi juga paling dibenci.”
Tiga puluh lima tahun perjalanan partai yang lahir dari panggung imperialisme—sebuah dokumen pidato yang merangkum sejarah, kritik, dan visi.
Dalam pidato peringatan ulang tahun ke-35 PKI, D.N. Aidit tidak sekadar merayakan. Ia mengajak pendengarnya—dan kini para pembaca—menelusuri liku-liku kelahiran dan pertumbuhan partai yang lahir pada 23 Mei 1920 di Semarang. Dari ISDV yang didirikan di bawah pengaruh Revolusi Oktober 1917, hingga PKI yang harus berjuang di bawah tanah selama 20 tahun setelah pemberontakan 1926.
Aidit dengan jujur mengupas kesalahan-kesalahan masa lalu: penyakit “kekiri-kirian” yang mengisolasi partai dari massa, kegagalan dalam membangun front persatuan dengan borjuasi nasional, serta lemahnya persiapan menghadapi teror putih kedua pasca-Peristiwa Madiun. Namun ia juga menunjukkan titik balik: resolusi “Jalan Baru untuk Republik Indonesia” (1948) yang menjadi landasan pembangunan partai tipe Lenin-Stalin, serta kebangkitan PKI di bawah pemerintahan Ali Sastroamidjojo.
Buku ini bukan sekadar sejarah partai. Ia adalah pelajaran tentang bagaimana gerakan komunis di negara agraris seperti Indonesia belajar dari kesalahan, menyesuaikan strategi, dan terus berjuang dalam pasang-surut revolusi. Bagi siapa pun yang ingin memahami akar ideologis PKI, relasinya dengan kelas buruh dan tani, serta dinamika politik Indonesia abad ke-20—buku ini adalah jendela yang tak tergantikan.












