Description
“Marxisme bukan barang selundupan di Indonesia. Ia adalah kenyataan sejarah, sosiologis, dan politis.”
Sebuah pengantar ringkas namun mendalam tentang ilmu yang menjadi fondasi gerakan komunis dunia—disampaikan langsung oleh Ketua CC PKI kepada para diplomat Indonesia.
Buku ini lahir dari ceramah D.N. Aidit di hadapan petugas Departemen Luar Negeri RI atas permintaan Menteri Subandrio. Tujuannya sederhana: mempelajari Marxisme, terlepas dari setuju atau tidak setuju. Karena, seperti kata Aidit, “untuk menyetujui atau tidak menyetujui sesuatu, orang harus mengetahui apa yang disetujui atau tidak disetujuinya itu.”
Dalam tiga bab yang sistematis, Aidit mengupas tuntas tiga sumber dan tiga bagian Marxisme:
- Filsafat – Materialisme dialektik dan historis, pergulatan antara dua kubu besar (materialisme vs idealisme), serta akar kelas dari setiap pandangan dunia.
- Ekonomi Politik – Teori nilai lebih, bagaimana kapitalisme mengeksploitasi buruh, dan mengapa tenaga kerja manusia menjadi komoditas.
- Sosialisme Ilmiah – Mengapa sosialisme utopia tidak cukup, dan mengapa perjuangan kelas adalah satu-satunya jalan menuju masyarakat tanpa kelas.
Lebih dari sekadar ringkasan teori, buku ini adalah upaya nyata untuk “meng-Indonesiakan” Marxisme—menjadikannya relevan dengan kondisi Indonesia sebagai negara agraris pascakolonial yang sedang merevolusi dirinya. Aidit dengan jelas membedakan pengertian materialisme dalam filsafat (lawan dari idealisme) dari tudingan moral “materialistis” yang kerap dilontarkan musuh-musuhnya.
Bagi siapa pun yang ingin memahami Marxisme dari sumbernya, sekaligus melihat bagaimana ideologi besar dunia itu ditafsirkan dan diajarkan dalam konteks Indonesia tahun 1960-an—buku ini adalah pintu masuk yang tak ternilai.












