Description
“Manipol bukan hanya tidak bertentangan, tetapi sesuai dengan Marxisme.”
Sebuah pidato sejarah di hadapan para perwira udara: Ketua PKI menjelaskan hubungan antara ideologi komunis, Manipol, dan tugas Angkatan Bersenjata dalam revolusi Indonesia.
Atas undangan resmi Departemen AURI, D.N. Aidit—Menteri/Wakil Ketua MPRS sekaligus Ketua CC PKI—memberikan ceramah dengan tema yang berani: “Manipol-Usdek ditinjau dari segi Marxisme”. Buku kecil ini merekam momen langka ketika pemimpin komunis tertinggi Indonesia berbicara langsung di hadapan perwira angkatan udara tentang landasan ideologis negara.
Aidit menjelaskan bahwa Manipol (Manifesto Politik) sebagai Garis Besar Haluan Negara bukanlah program satu golongan, melainkan program bersama seluruh rakyat Indonesia yang berporoskan NASAKOM (Nasionalisme, Agama, Komunisme). Ia menelusuri akar sejarah ketiga aliran tersebut sejak awal abad ke-20, menunjukkan bahwa gagasan Nasakom telah ada sejak tulisan Bung Karno tahun 1926. Ia juga menegaskan bahwa Pancasila sebagai alat pemersatu tidak boleh dipotong-potong atau diutamakan silanya masing-masing—karena esensinya adalah Gotong Royong.
Lebih jauh, Aidit memaparkan hubungan antara Marxisme dan Manipol: keduanya tidak bertentangan, tetapi juga tidak sama. Manipol adalah program bersama untuk tahap pertama revolusi (nasional-demokratis), sementara sosialisme adalah tahap kedua. Baginya, melaksanakan Manipol secara konsekuen berarti melaksanakan program PKI sendiri—yaitu menghapus imperialisme dan feodalisme sampai ke akar-akarnya.
Buku ini juga mengupas dua aspek kekuasaan negara—aspek pro-rakyat dan aspek anti-rakyat—serta menyerukan kepada Angkatan Bersenjata untuk mengambil tindakan revolusioner “dari atas” guna mendukung perjuangan massa “dari bawah”.
Bagi sejarawan, peneliti militer-politik, dan siapa pun yang ingin memahami bagaimana PKI berusaha membangun hubungan strategis dengan Angkatan Udara pada puncak Demokrasi Terpimpin—buku ini adalah dokumen primer yang tak ternilai.












