Description
Terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden pada 2014 menghadirkan optimisme baru bagi Indonesia saat itu. Ia menjanjikan pemerintahan yang lebih bersih dan pembangunan yang lebih cepat, dan bagi banyak akivis pendukungnya ia diyakini akan melindungi pranata-pranata demokratis. Namun satu dasawarsa kemudian, sesudah mengakhiri masa kepresidenannya, yang ia tinggalkan justru perekonomian yang rapuh dan demokrasi yang semakin rentan.
Buku ini—ditulis oleh para ahli dari berbagai bidang—melihat satu dasawarsa masa pemerintahan Jokowi sebagai kembalinya developmentalisme dalam ranah ekonomi, dan kebangkitan kembali otoritarianisme dalam ranah politik.
Diterbitkan dengan kerja sama Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PUSAD), Yayasan Paramadina















