Description
Huruf demi Huruf tidak hanya membeberkan isu-isu penting, tetapi juga mengajak kita menggugat asumsi-asumsi sendiri: tentang pemilu sebagai “pesta”, tentang siapa kelas menengah, tentang perkosaan Mei 1998 bukan saja sebagai persoalan ras melainkan bahasa kekuasaan, tentang sejauh mana struktur sosial Indonesia merdeka berbeda dari Hindia Belanda, dan sejumlah isu penting lainnya.












