Description
Di meja makan ini pula, tempat
aku membaringkan tubuhmu
yang telanjang, tidur, tenang
dan dingin, dengan rasa
marahku yang penuh kasih
S. Permata mengarang cerita tentang para kekasih yang tidak biasa. Kekasih, dalam konteks ini, bukan sekadar sosok, melainkan wujud dari suatu abstraksi—yakni pengalaman mencintai dalam relasi antarsubjek yang penuh teka-teki dan prasangka. Dalam Tata Cara Menikmati Kekasih, S. Permata menghadirkan cinta sebagai sesuatu yang getir dan menyakitkan; ia mengolahnya dalam cerita yang masam, membawa pembaca ke dalam jurang sengsara. Cerita dibangun dengan sentimen kuat dan pandangan sinis terhadap kemungkinan-kemungkinan dalam sebuah hubungan—yang obse-sif, gila, dan menyiksa bukanlah hal yang dikecualikan. S. Permata tidak hanya mengaburkan batas antara yang-feminin dan yang-maskulin, tetapi juga merevisi ulang peran, konsep, dan pandangan stereotipikal tentang cinta dan luka. Tata Cara Menikmati Kekasih tidak hanya tentang memahami siapakah subjek, sekaligus tentang penjelmaannya sebagai objek yang dipertarungkan dalam narasi keberdayaan: mencintai dengan intensitas yang celaka.















