Description
Kajian sastra saat ini sangat interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner. Hal ini terjadi karena kajian sastra monodisipliner dalam beberapa kasus penelitiannya tidak bisa memberikan jawaban yang komprehensif dalam menghadapi permasalahan di masyarakat yang semakin kompleks. Kajian sastra dari berbagai perspektif sangat dibutuhkan sehingga bisa mengaitkan sastra dengan multidisiplin ilmu lain agar penelitian sastra mampu memberikan hasil yang lebih komprehensif dan lebih berguna bagi masyarakat.
Salah satu interdisipliner yang bisa dikaitkan dengan kajian sastra adalah kajian epidemiologis. Perspektif kajian epidemiologis dalam karya sastra mampu mendedah wacana informasi-informasi kewabahan yang tergambarkan dalam karya sastra Indonesia dari proses konstruksi pengetahuan. Dengan demikian, perpautan atau perjodohan antara kajian epidemiologis dengan kajian sastra bisa disebut dengan kajian sastra epidemiologis atau epidemiologic literary studies.
Melalui kajian ini, konstruksi pengetahuan kewabahan di dalam karya sastra Indonesia bisa diungkap. Upaya penelitian ini pun menjadikan karya sastra Indonesia dapat digunakan sebagai alternatif rujukan pengetahuan tentang wabah, seperti saat pandemi Covid-19 yang pernah terjadi di Indonesia.




















