Mathilda

author❨s❩ Mary Shelley

translated by Wawan Kurniawan

Naskah ini begitu meresahkan sampai ditolak dan disembunyikan lebih dari seratus tahun. Mary Shelley menulis Frankenstein untuk membongkar rasa takut kita pada ciptaan yang lepas kendali, tapi di Mathilda, dia membongkar sesuatu yang jauh lebih dekat: rasa cinta yang tak seharusnya ada. Beranikah kamu membaca yang bahkan ayahnya sendiri tak sanggup menerbitkan?

Rp62.000

Produk ini ada di Pusat Distribusi. Pesan sekarang dan akan dikirim dalam 2-3 hari.

Category: Brand: Tags: , , , , , , , , , , , , ,
Tanyakan sesuatu

Description

“Aku hampir tak berani meng­anggapmu sebagai putriku; kecantikanmu, keelokan dan kebijaksanaan menjelma dalam sebentuk makhluk yang istimewa; suaramu hanya melantunkan kata-kata cinta.”

Mengangkat tema hubungan cinta terlarang antara ayah dan anak perempuan, novel Mathilda langsung ditolak penerbit ketika ditawarkan. Bahkan sang ayah, yang merupakan pemilik penerbitan itu, tak mau mengembalikan manuskripnya, dan baru terbit lebih seabad kemudian. Kisahnya memang fiktif, dan serupa di novel yang ditulisnya kemudian, Frankenstein, Mary Shelley mempergunakan fantasi untuk mengorek dunia personal manusia. Novel ini berkisah tentang seorang ayah yang kehilangan istrinya ketika melahirkan, dan diteror oleh hasrat cinta kepada anaknya, yang dikira sebagai penjelmaan sang istri. Sebuah kisah transenden tentang pencarian cinta dan penebusan dosa.

Additional information

Weight0,2 kg
Dimensions13 × 20 cm
Author(s)

Translator(s)

Format

Language

Pages

160

Publisher(s)

Year Published

ISBN

978-623-90185-3-5