Description
Winner American Book Award 1996
Demi memahami pendudukan Israel dan dampaknya bagi rakyat Palestina, Joe Sacco, seorang komikus dan aktivis kemanusiaan, menyusuri tempat-tempat di Gaza dan Tepi Barat. Mewawancarai beragam wajah dan menyimak berbagai cerita tentang pengusiran dan kekerasan demi kekerasan yang menimpa rakyat Palestina.
Palestinaโyang kini dianggap mahakarya dalam genre novel grafis atau jurnalisme komikโmasih relevan hingga kini. Buku ini menjadi bukti bahwa tragedi yang menimpa rakyat Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun. Buku ini juga menggambarkan ketangguhan rakyat Palestina yang tak mudah menyerah terhadap pendudukan Zionis biadab.
Dengan gaya jurnalismenya yang nyeleneh sekaligus menusuk, Joe Sacco tidak hanya menyajikan fakta tentang kekejaman dan kebrutalan Israel, tapi juga menyuguhkan pengalaman autentik dan resiliensi rakyat Palestina di bawah kolonialisme Israel.
Review
โโฆ ada โapiโ yang terpendam dalam goresan karyanya: kasar, dengan efek yang berubah-ubah antara lucu dan marah, antara suram dan jeli, antara menghunjam dan menampik.โ โGoenawan Mohamad
โDalam sebuah upaya panjang melucuti kezaliman kolonialisme Israel dan kepalsuan Imperialis Amerika, jurnalisme komik seperti Palestina ini akan turut menyumbang terbangunnya sebuah kebenaran berkelanjutan: bahwa kemerdekaan adalah hak semua manusia dan hak semua bangsa.โ โHikmat Darmawan, penulis dan pemerhati komik
โSacco adalah pionir โฆ. Dia menangkap jiwa sebuah pengalaman lengkap dengan lumpur, keringat, ketakutan, kata-kata kasar, dan kerusakan abadi di dalamnya โฆ. Palestina layak menjadi salah satu karya dokumenter terbaik.โ โJournal of Palestinian Studies
โCitra-citra tak terlupakan โฆ. Sacco memanfaatkan format buku komik semaksimal mungkin, menciptakan perspektif yang berani, dan membuat iri jurnalis foto mana pun.โ โUtne Reader
โBuku ini adalah sebuah karya politis dan estetis dengan orisinalitas luar biasa, tidak seperti yang lainnya: dalam perdebatan panjang, rumit, dan terdistorsi yang telah menyibukkan warga Palestina, Israel, dan pendukungnya masing-masing …. Dengan pengecualian, satu atau dua novelis dan penyair, tak ada seorang pun yang pernah menggambarkan keadaan mengerikan ini lebih baik daripada Joe Sacco.โ โEdward Said
โCemerlang dan tajam menangkap esensi kehidupan di bawah tekanan pendudukan berkepanjangan. Setiap halaman sama dengan sebuah esai tentang salah satu dari sekian banyak aspek pendudukan, pembunuhan, luka, penahanan administratif, pelecehan birokratis, pasukan berani mati, penyitaan tanah, dan siksaan. Joe Sacco menyajikan materinya dengan penuh keahlian, wawasan, dan empati.โ โNaseer H. Azuri, Profesor Ilmu Politik, Universitas Massachusetts Dartmouth

















