Misi Menggagalkan Doa
“Rin, kamu mesti bantu aku.” “Ngapain?” “Gagalin doa Ibu.” Itulah yang Nurul ucapkan padaku kira-kira sebulan yang lalu ketika kami sedang makan di kantin sekolah. Untungnya aku sudah kenal Nurul sejak kami kelas satu dan terbiasa dengan cerita-cerita tentang dia dan ibunya–musuh bebuyutannya. Jika tidak, aku pasti sudah tersedak kuah batagor yang saat itu sedang…








