Out of stock

Melintasi Dua Jaman

Kenangan Tentang Indonesia Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan

Rp35,200.00

Awaiting stock

Description

Kisah seorang anak zaman yang dibentuk dan membentuk konteks sejarah kolonial Hindia-Belanda, pendudukan Jepang, dan masa pasca kemerdekaan di Indonesia. Selalu dipandang lain karena darahnya ‘tidak murni’. Kenangan masa kecil dipenuhi apresiasi terhadap keindahan alam Indonesia. Namun, menjelang remaja ia mulai bertanya tentang ketidakadilan dan pola hubungan antar ras. Ia menjadi saksi atas harapan dan kegagalan revolusi. Ia juga menjadi pertemuan dua bangsa. Lahir dari darah dua bangsa, tetapi dikelompokkan sebagai masyarakat bangsa kolonial.

 


Review

Elien Urtech (1921) melukiskan jalan hidupnya dengan tekanan utama pada periode Indonesia yang baru mereka. Ia menulis dengan cara yang sangat terkendali dan berimbang, sebagai seorang pengamat yang cerdas, dan tidak berpikir hitam-putih. Dalam genre kenang-kenangan tentang Hindia, buku ini tergolong bermutu, juga karena kehidupan di masa pemerintahan Soekarno yang jarang dilukiskan, serta menampilkan potret Ernst Utrecht secara memikat.
– Dr. Harry A. Poeze, Sejarawan dan Direktur KITLV Press

Kenangan hidup Elien Urtech adalah sebuah kado yang tak ternilai bagi generasi sekarang. Sebuah cerita bagaimana seorang perempuan Indonesia, membuat pilihan-pilihan yang sulit dalam masa-masa yang sulit, menganyam kehidupan berkeluarga sebagai seorang ibu dan istri, berinteraksi dengan perkembangan dan pergolakan politik di sekitarnya, mencoba mengatasi dalam tindakan kesehariannya kecurigaan antar ras dan agama, jurang pemisah antara miskin dan kaya. Tantangan-tantangan yang dihadapi Elien di masa lalu masih relevan pada saat sekarang.
– Galuh Wandita, Pekerja HAM di Timor Leste

Additional information

Weight 0.335 kg
Dimensions 14 × 21 cm
Author(s)

Preface

Galuh Wandita

Format

Language

Indonesia

Pages

xiv + 290

Publisher

Year Published

2006

ISBN

979-3731-06-0