Description
Bagaimana jika kau kedatangan seekor kucing yang bisa mengabulkan keinginanmu begitu saja? Apa hal yang paling ingin kau ubah dalam hidupmu? Jeong-in, remaja lelaki yang hidup serbakekurangan bersama neneknya merasa Tuhan tampak mencintai semua orang, kecuali dirinya. Hanya ia yang ke sekolah dengan sepatu lusuh dan kumal, memakan ramen instan setiap hari, dan tak mampu ikut karyawisata sekolah. Tempat pembuangan sampah di belakang sekolah selalu jadi tempatnya menyepi, menjauh dari ingar-bingar keluhan teman-teman yang tak pernah dia mengerti. Sampai matanya beradu dengan mata keemasan milik kucing berbulu hitam.
Kucing jelmaan iblis yang sedang berlibur itu memutuskan menghabiskan waktu seminggu bersama Jeong-in. Untuk membalasnya, Helel, kucing itu, akan mengabulkan apa saja keinginan Jeong-in.
Jeong-in hanya tinggal berkata, โseandainya sajaโ maka keinginannya bisa menjelma.
Namun, โseandainya sajaโ tidak selalu mengubah semua hal menjadi baik-baik saja, bukan? Jeong-in tahu, hidup penuh dengan pilihan, dan โseandainya sajaโ, juga termasuk salah satu pilihan itu. Bagaimana cara dia memilih dengan tepat?

















