Hadji Murat
Peluru, kamu panas dan membawa kematian, tetapi bukankah kamu abdiku yang setia? Tanah hitam, kamu kelak menajdi selimutku, tetapi dengan kudaku? Maut, kamu dingin, tetapi akulah tuanmu. Bumi akan merebut jasadku, dan surga menjemput jiwaku. Saat itu 1852 dan Hadji Murat adalah satu pemimpin Muslim yang disegani dan menjadi momok bagi tentara Rusia. Ketika ida…













