“Ini cerita moyang kami, yang berasal dari benua jauh, dari Ruhum mereka menarik sauh. Ketika puncak gunung-gemunung masih sebesar telur puyuh, di sinilah kapal mereka berlabuh: di tanah yang menumbuh-suburkan batang-batang lada, gambir, damar, rotan, dan manau. Di tanah yang liuk lekuknya menyimpan bongkahan-bongkahan emas sebesar kerbau. Di tanah yang rimbanya bisa menyembunyikan belang harimau.”…