Mata Gelap
“Aduh! Adinda! Sungguhpun tiada sedikit kecintaanku kepadamu, biarpun adinda jadi perjalannanku yang membawak diriku ke liang kubur, itulah tiada sekali-kali takut bagai kandamu, asalkan maksud kita bisa kesampaian.” Mata Gelap sebagai novel yang awal belum langsung berbicara tentang kecenderungan zaman waktu itu. Namun semua itu tidak meniadakan arti penting novel Mata Gelap sebagai catatan sejarah…








