Baca Buku Bareng Rosa: "Socialism with Chinese Characteristic" Pertemuan 1

Baca Buku Bareng Rosa "Socialism with Chinese Characteristic" Pertemuan 1

Dengan dipasarkannya coca-cola pertama kali di tahun 1978, banyak yang mengartikan bahwa China tak lagi berusaha mewujudkan komunisme dan gagal sebagai negara sosialis. Tapi lewat buku Socialism with Chinese Characteristics: A Guide for Foreigners, Roland Boer memiliki kesimpulan lain.

Tentu Boer awalnya juga berpikir melalui kacamata Marxisme barat—bahwa China telah meninggalkan sosialisme dan beralih menjadi sistem kapitalisme negara. Ia juga turut meyakini bahwa kehadiran pasar bebas, kepemilikan swasta, bursa efek, dan miliarder akan secara otomatis menggagalkan cita-cita kelas pekerja sebagai negara sosialis.

Namun, Setelah terlibat langsung selama lebih dari satu dekade di dalam ekosistem akademik China, Boer menyadari bahwa bahwa dirinya salah. Boer menyimpulkan bahwa Marxisme Tiongkok berpegang teguh pada materialisme historis. Sosialisme tidak bisa dibangun di atas fondasi kemiskinan. Sebelum mendistribusikan kekayaan secara merata, sebuah negara harus terlebih dahulu melipatgandakan tenaga produktifnya.

Maka dari itu buku ini menjadi penting bagi kita, agar dapat melihat China sebagai sebuah fenomena ekonomi-politik yang utuh, memahami bahwa Marxisme bukanlah cetak biru mutakhir, tetapi sebagai pisau analisis yang seharusnya terus berkembang untuk memecahkan kontradiksi material, terutama dengan apa yang China lakukan saat ini.

Kali ini kita akan mulai dari Bagian Pengantar dari “Socialism with Chinese Characteristic”. Silakan datang pada tanggal 9 Oktober 2026 di @perjamuanbuku pukul 19:30 WIB—Selesai.

Lal Salaam!