Description
“Rin, kamu mesti bantu aku.”
“Ngapain?”
“Gagalin doa Ibu.”
Itulah yang Nurul ucapkan padaku kira-kira sebulan yang lalu ketika kami sedang makan di kantin sekolah. Untungnya aku sudah kenal Nurul sejak kami kelas satu dan terbiasa dengan cerita-cerita tentang dia dan ibunya–musuh bebuyutannya. Jika tidak, aku pasti sudah tersedak kuah batagor yang saat itu sedang kunikmati.
Ada dunia macam apa bagi manusia yang berupaya melampaui luka?
Kumpulan cerpen Misi Menggagalkan Doa menghadirkan tokoh-tokoh yang berani bertaruh hidup untuk menemukan jawabannya.
Dari seorang anak yang berusaha lolos dari doa ibunya sendiri, perempuan yang mengundang hantu demi mengobati kehilangan, penjual jasa pemuas rindu yang diganggu masa lalu, sampai mereka yang mencari Tuhan di kapal luar angkasa.
Meski kebanyakan getir dan kadang absurd, 13 kisah dalam buku ini lahir dari dugaan bahwa setelah luka, barangkali ada bahagia.












