Reading List #2 // Pembaca Perjamuan Buku

READING LIST PAPERBUK #2

Perjamuan Buku (PB) berupaya memberikan buku-buku pilihan sebagai bacaan alternatif. Di antaranya direkomendasikan oleh para tokoh, orang-orang terdekat, hingga pembaca Perjamuan Buku (paperbuk) atau pun pembaca umum.

Ini merupakan bagian ke dua dari seri panduan untuk kamu dan kawan-kawanmu memilih buku bacaan. Bagian sebelumnya (pertama) bisa kamu lihat di sini.

Adalah rahasia umum bahwa jika dalam satu bulan Kamu mampu membaca 2 judul buku, dan anggaplah sekarang kamu di usia 20 tahun, sementara total usia produktif membacamu adalah 15 tahun; maka total buku yang mampu Kamu baca seumur hidup; setidaknya 360 judul. Itu berarti, tidak sampai 0,1 persen dari jumlah total seluruh judul buku yang ada di perpustakaan kota/daerah, tempat Kamu menetap saat ini.

Lalu?

Kuncinya, bukanlah menambah volume buku. Tapi memilih genre, tema dan penulis buku yang tepat!

Dan berikut, adalah buku-buku bacaan pilihan yang direkomendasikan untuk kamu dan kawan-kawanmu:

Mengapa pemeluk Hindu di India mengagungkan sapi? Mengapa orang Yahudi dan Muslim mengharamkan babi, dan sebaliknya orang Maring di New Guinea seakan tidak bisa hidup tanpa babi? Mengapa beberapa kepala suku Indian Amerika Utara membakar harta bendanya sendiri untuk menyombongkan kekayaannya? Mengapa begitu banyak orang di Abad Pertengahan percaya penyihir? Dan mengapa sihir hadir kembali secara mencolok dalam kebudayaan populer kita sekarang?

Antropolog Marvin Harris mencoba memberi jawaban atas perilaku sosial yang sering dibilang tak terjelaskan ini, dan menunjukkan bahwa seaneh apa pun polah manusia, pasti ada penjelasan yang bersumber dari kondisi-kondisi ekonomis dan ekologis konkret.

Keenam cerita dalam buku ini menempati celah-celah yang ditinggalkan sejarah tertulis. Pembaca akan bertemu hantu-hantu yang menakut-nakuti kapten sebuah kapal pengangkut rempah, Harimau sakti yang melindungi seorang pangeran, tiga pemuda yang menjadi buron karena mengkritik penguasa, Benteng yang menyaksikan akhir hayat seorang pemberontak, peneliti Prancis dalam ekspedisinya untuk berburu buaya di suatu wilayah di Hindia Timur, hingga pelaut berkebangsaan Prancis yang mengalami kesialan bertubi-tubi.

Kisah kembara ke Jawa yang ditulis oleh Honoré de Balzac ini bisa jadi merupakan contoh unik tentang orientalisme Eropa sebelum abad kesembilan belas. Gambarannya tentang perempuan oriental yang jauh dan asing, penuh dengan sensasi seksual serta obyek petualangan. Demikian pula gambarannya tentang adat istiadat serta kepercayaan setempat, yang berlepotan antara imajinasi dan prasangka. Jika kenyataannya sang penulis tak pernah sekali pun dalam hidupnya menginjakkan kaki ke tanah Jawa, itu justru memberi cerita yang terbit pertama kali tahun 1832 ini daya pikat untuk terus ditelaah, khususnya mengenai bagaimana hubungan Barat dan Timur dengan beragam masalahnya.

Temukan daftar bacaan lainnya yang direkomendasikan dan disusun berdasarkan tren, kategori, tema hingga daftar yang secara pribadi diberikan kepada Kamu dalam Reading List.