Ekologi dan Krisis Kapitalisme: Bacaan Paperbuk // Bagian 1


Telah terang bahwa krisis lingkungan yang terjadi terhubung secara fundamental dengan modal. Covid-19 menjadi buah kegagalan sekaligus kesuksesan kapitalisme. Ia menyasar sendi-sendi penopang kehidupan manusia dan menjadi salah satu puncak dari krisis lingkungan saat ini.

Lantas, bagaimana seharusnya kita memikirkan dan memahami bencana ini? Berikut list bacaan untuk membantu menjawab persoalan tersebut.

Ekososialis percaya bahwa pencegahan bencana ekologi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan pelestarian lingkungan alam yang menguntungkan bagi kehidupan manusia tidak sesuai dengan logika ekspansif dan destruktif dari sistem kapitalis. Dalam Ecosocialism, Michael Löwy, Direktur Riset di Pusat Riset Ilmiah Nasional Paris, mengeksplorasi beberapa proposal ekososialis utama dan pengalaman nyata perjuangan, khususnya di Amerika Latin.

Dewasa ini, kian banyak orang meyakini bahwa kemerosotan sistem daya dukung kehidupan di bumi tengah menuntun kita ke arah bencana. Baik aktivis lingkungan maupun bukan, makin banyak orang yang peduli akan lingkungan dan mengambil langkah-langkah kecil dalam hidup keseharian guna melindungi planet ini. Namun seiring semua itu, kerusakan lingkungan nyatanya juga semakin parah. Bagaimana men­jelaskan kontradiksi ini?

Peringatan ahli epidemiologi, tidak lantas membuat pemerintah bertindak cepat menata kebijakan ekonominya. Kelas penguasa justru melakukan penyangkalan dan pembenaran terhadap tindakan keliru yang mereka jalankan. Hal itu dapat dipahami karena kepedulian terhadap lingkungan hidup bertentangan dengan logika ekonomi kapitalisme. Realita itu disebut Wallace sebagai “Matinya Epidemiolog”, mereka dimatikan suaranya karena bertentangan dengan kepentingan kelas penguasa.

Kemunculan wabah Corona dan wabah lain sebetulnya tidak bisa dilepaskan dari cara manusia memenuhi kebutuhan hidupnya saat ini—yang berbeda dibandingkan empat abad lalu. Kami akan mengulas bagaimana sistem produksi kapitalis saat ini membentuk dan mempersering kedatangan wabah: entah itu yang menjadi endemi, epidemi, ataupun pandemi.

Lantas, bagaimanakah cara kita memenuhi kebutuhan hidup selama ini? Bagaimana sistem kapitalisme yang disebut-sebut itu, merusak hubungan sosial dan lingkungan kita? Bagaimanakah ia memproduksi wabah, dan apa yang harus kita lakukan? Buku saku ini dengan ringkas akan mendiskusikannya.

Dengan bahasa yang mudah dipahami, Davis menunjukkan tentang peran kunci dari agrobisnis dan industri makanan cepat saji, yang didukung oleh pemerintah korup serta sistem kapitalisme global yang bergerak tanpa kendali, dalam menciptakan prasyarat ekologis bagi kemunculan “pagebluk”. Bagi Davis, datangnya “pagebluk” merupakan buah dari ulah segelintir orang kaya, akan tetapi dampaknya harus ditanggung mayoritas penduduk yang miskin.

Share your thoughts

Open chat
Hai!
Ada yang bisa kami bantu?