Friedrich Engels—Pemikiran dan Kritik

978-602-8331-65-4
New product

FRIEDRICH ENGELS (28 November 1820 – 5 Agustus 1895) adalah seorang filsuf, sejarawan, ilmuwan politik, dan sosialis revolusioner Jerman. Dalam karya-karya ilmiahnya, ia menjelaskan bahwa sosialisme bukanlah penemuan para pemimpi, tetapi tujuan akhir dan hasil dari perkembangan kekuatan produktif dalam masyarakat modern.

"Telah kutunaikan hal yang digariskan untuk kulakukan, yakni memainkan peran sebagai orang kedua, dan kupikir tugas itu sudah kujalani dengan lumayan baik. Malah aku bangga bisa memainkan peran kedua untuk orang sehebat Marx."—Surat Engels kepada Johann Philipp Becker, 15 Oktober 1884

Rp50,000.00
Rp41,500.00 Save 17%
No tax

FRIEDRICH ENGELS (28 November 1820 – 5 Agustus 1895) adalah seorang filsuf, sejarawan, ilmuwan politik, dan sosialis revolusioner Jerman. Dalam karya-karya ilmiahnya, ia menjelaskan bahwa sosialisme bukanlah penemuan para pemimpi, tetapi tujuan akhir dan hasil dari perkembangan kekuatan produktif dalam masyarakat modern.

"Telah kutunaikan hal yang digariskan untuk kulakukan, yakni memainkan peran sebagai orang kedua, dan kupikir tugas itu sudah kujalani dengan lumayan baik. Malah aku bangga bisa memainkan peran kedua untuk orang sehebat Marx."—Surat Engels kepada Johann Philipp Becker, 15 Oktober 1884

Kumpulan tulisan tentang Engels dalam rangka 200 tahun kelahirannya, 28 November 2020.


FRIEDRICH ENGELS: PEMIKIRAN & KRITIK
Daftar Isi
Pengantar—EDITOR

  1. / Jalan Engels: Perjalanan Hidup dan Pemikiran Seorang Komunis Perlente—RIO APININO
  2. / Pemikiran Ekologis Friedrich Engels: Tawaran menuju Ekologi Manusia Marxian—FUAD ABDULGANI
  3. / Engels dan Teologi Müntzer: Ateisme Terselubung atau Transendensi Radikal?—DANIEL SIHOMBING
  4. / Engels tentang Negara dan Birokrasi: Sebuah Ekstrapolasi—DODI FAEDLULLOH
  5. / Agama Damai dan Kekerasan Politik: Perspektif Engelsian atas Buddhisme Politik di Srilanka—STANLEY KHU
  6. / Engels tentang Cinta, Perkawinan, dan Keluarga—SYARIF MAULANA
  7. / Engels dan Asal-Usul Ketertindasan Perempuan: Kritik atas Teori Budaya Patriarkhi—LINDA SUDIONO
  8. / Perang dan Pertempuran: Pemikiran Engels tentang Soal-Soal Kemiliteran—FRANCESCO HUGO
  9. / Empat Kelumit tentang Engels: Cerita tentang Kumis, Ibunda, Bahasa, dan Islam—DEDE MULYANTO



KLARIFIKASI DAN ERRATA (Oleh Dede Mulyanto—Editor)*

  1. Di halaman 127 baris ke-7 tercantum angka “1886” sebagai tahun terbit buku August Bebel. Ini keliru. Angka ini adalah angka tahun terbitnya edisi kedua terjemahan Inggris (edisi pertama 1885) buku tersebut yang ditulis dan pertama kali beredar di kalangan SPD pada 1879 dan edisi yang tersebar luas terbitnya pada 1883. Artinya, terkait dengan kandungan paragraf yang terkait, bukan karya Engels yang mempengaruhi Bebel, tapi justru Engels menulis Asal-Usul Keluarga, salah satunya, sebagai kritik atas Bebel yang dianggapnya keliru (terkait hal ini, lihat no.2 berikut).
  2. Di halaman 127 baris ke-11 tercantum “budaya patriarki”. Mestinya di akhir frasa tersebut diberi catatan kaki dengan keterangan sebagai berikut: Tentu saja Bebel tidak menggunakan istilah tersebut karena konsep dan teori budaya patriarki dikembangkan oleh penulis-penulis feminis gelombang kedua dasawarsa 1960an. Itulah mengapa editor menambahkan tanda petik pada frasa budaya patriarki yang dialamatkan kepada Bebel. Meski begitu, beberapa ruas pemikiran Bebel memeng memiliki keserupaan dengan pemikiran para penulis feminis gelombang kedua yang mengembangkan lebih rinci teori budaya patriarki. Pertama, seperti feminis tersebut, Bebel meyakini bahwa akar penindasan perempuan terletak pada seksualitasnya, atau pada keperempuannya yang berkembang sedemikian rupa membentuk suatu sistem budaya. Kelak, oleh para penulis feminis gelombang kedua, sistem budaya ini disebut ‘sistem budaya patriarki’ (atau biasa disebut ‘patriarki’ saja). Sebuah sistem budaya yang mengebawahkan perempuan terbentuk jauh sebelum kemunculan masyarakat kelas. Dengan kata lain, penindasan ekonomi perempuan dalam masyarakat kelas (seperti juga diskriminasi di ranah politik) tak lebih dari fungsi atau perwujudan ekonomi-politik dari budaya patriarki. Konsekuensi dari pandangan ini ialah bahwa emansipasi perempuan harusnya tertuju pada penghancuran nilai-nilai dan norma-norma patriarki yang melekat pada keperempuanan. Keperempuanan ini melekat di semua (tubuh fisik dan sosial) perempuan tak pandang latar belakang kelas sosialnya. Oleh karena itulah Bebel mengusulkan kerjasama perempuan lintas kelas karena baginya perempuan proletar, borjuis, bahkan aristokrat sama-sama tertindasnya di bawah sistem patriarki. inilah maksud kalimat di baris ke-10 “seorang penganut idealis”.

    Kekeliruan di atas adalah ulah saya sebagai editor yang telah secara sok tahu menafsirkan pernyataan penulis (Linda Sudiono) bahwa politik emansipasi perempuannya Bebel berwatak reformis. Dengan klarifikasi ini diharapkan pembaca tidak keliru memahami posisi penulis yang tertuang dalam bab yang dimaksud.
    Selain kekeliruan faktual yang fatal, berikut ini kekeliruan teknis yang mengganggu:

  3. Di halaman 155 (daftar pustaka) tidak tercantum pustaka yang sebetulnya sudah dicantumkan penulis dalam naskah aslinya. Semestinya di halaman tersebut juga termuat daftar pustaka “Engels, F. 2004. Asal-Usul Keluarga, Kepemilikan Pribadi, dan Negara. Jakarta: Kalyanamitra”.
  4. Di halaman 195, baris ke-17 tertulis “mempelajari bangsa Arab, agama yang lahir”. Kalimat yang benar adalah“mempelajari bangsa Arab dan agama yang lahir”.
  5. Di halaman 197, baris ke-15 tertulis “Laut Mati”. Ini keliru. Semestinya tertulis “Laut Merah”. Kedua-dua laut memang berada di Timur Tengah, tapi Laut Mati terletak di Palestina sementara Laut Merah terletak di antara jazirah Arabia dan Afrika.


Demikianlah klarifikasi dan pembetulan dari saya. Apabila pembaca menemukan kekeliruan-kekeliruan lainnya, silahkan hubungi saya dengan mengirim email ke dedemulyantounpad@gmail.com.

Anda juga bisa memberikan masukan kepada, dan melalui kami, lewat halaman kontak.




*Disadur dari status akun media sosial (FB) Dede Mulyanto

978-602-8331-65-4
New product
17 Items

Data sheet

Author(s)
Dede Mulyanto, Fuad Abdulgani, Daniel Sihombing dkk.
Tahun
2020
Halaman
220
Format
Softcover
ISBN
978-602-8331-65-4

You might also like

chat Comments (0)
No customer reviews for the moment.