Setelah Keterhinggaan

Rp60,000.00

Available on backorder

Description

Meillassoux menyelamatkan keniscayaan, termasuk keniscayaan logis. Ia menjelaskan bahwa hanya ada satu hal yang secara mutlak niscaya: bahwa hukum-hukum alam itu kontinjen. Hubungan yang sepenuhnya baru antara dua modalitas yang bertentangan ini menempatkan pemikiran dalam suatu relasi yang sepenuhnya, lain dengan pengalaman akan dunia; suatu relasi yang sekaligus menunda keyakinan-keyakinan ‘penganut keniscayaan’ dari metafisika-metafisika klasik, begitu pula peredaran ‘kritis’ atas yang empiris dan yang transendental.

Quentin Meillassoux lalu beranjak untuk menarik beberapa akibat dari dugaan ulangnya atas persoalan mendasar (‘apa yang dapat Aku ketahui?’) menuju dua persoalan lainnya: ‘Apa yang harus Aku lakukan?’ dan ‘Apa yang dapat Aku harapkan?’ Di sanalah terdapat apa yang ada melampaui keterhinggaan, yang dimanfaatkan oleh para pemikir kontemporer.

Bukanlah suatu hal yang melebih-lebihkan untuk berkata bahwa Quentin Meillassoux telah membuka suatu jalan baru dalam sejarah filsafat. Hingga hari ini dipahami sebagai sebuah sejarah mengenai apa itu mengetahui; suatu jalan yang meloloskan pembedaan kanonikal antara ‘dogmatisme’, ‘skeptisisme’ dan ‘kritik’.

–Alan Badiou

Additional information

Weight 0.3 kg
Dimensions 14 × 20 cm
Author(s)

Translator

Format

Language

Indonesia

Pages

244

Publisher

Year Published

2021

ISBN

978-623-305-174-3