Cinta di Tengah Wabah Kolera

(Love in the Time of Cholera)

oleh Gabriel García Márquez
2% off!

Original price was: Rp169.000.Current price is: Rp165.620.

Available on backorder

Ada pertanyaan

Description

”The only regret of my life is I didn’t die for love…”

Tak ada yang mampu mengalahkan kekuatan cinta sejati yang kita miliki, meski hal itu mesti mengorbankan perasaan dalam waktu yang cukup lama, namun bila tiba waktunya cinta itu akan kembali ke pelukan kita.

Karena cinta sejati hanya ada sekali, dan cinta sejati tak hanya memerlukan kesungguhan tapi juga momentum untuk mendatangkannya.

Love In The Time of Cholera mengisahkan sebuah cinta segitiga antara Fermina Daza (Giovanna Mezzogiorno) dengan dua pria pemujanya, Florentino Ariza (Javier Bardem) dan Dokter Juvenal Urbino (Benjamin Bratt) pada kurun waktu 1879 hingga 1930 dan berlokasi di Cartagena, Kolombia.

Kisah diawali ketika Fermina yang sudah uzur menghadiri pemakaman suaminya, dan setelah ia kembali ke rumah, ia melihat sosok Florentino tua, yang mengatakan,

“Aku sudah menantikan momen ini selama 51 tahun, 9 bulan dan 4 hari”. Fermina yang sedang berkabung ternyata tidak menghendaki kehadiran Florentino, dan tanpa banyak basa basi ia mengusir Florentino dari rumahnya.

Alur cerita dilanjutkan oleh kisah masa lalu kedua insan tersebut. Florentino muda jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Fermina.

Ketika ia mengantarkan telegram kepada Ayahnya Fermina, dan disaat itu pula Florentino merasakan telah menemukan cinta sejati dalam hidupnya, dan perasaan itu ia ungkapkan dengan lembar demi lembar surat yang ia tulis untuk Fermina.

Surat itu bisa Florentino berikan langsung kepada Fermina ketika ia menemui gadis pujaannya itu di gereja ketika Fermina, bersama Ayah dan Tantenya, menghadiri misa Natal.

Hari demi hari Florentino menanti balasan, dan penantiannya itu berakhir ketika Tante, sekaligus orang terdekat Fermina, mengantarkan surat itu ke tempat pengiriman telegram, tempat Florentino bekerja.

Namun, kebahagiaan kisah cinta kedua insan muda ini tak berlangsung lama karena Ayah Fermina tak menyetujui hubungan mereka, oleh karena itu pula Fermina dibawa oleh Ayahnya menuju desa tempat dimana sepupu dan neneknya tinggal.

Dan disinilah masa penantian Florentino dimulai. Ketika Fermina pergi entah kemana, Florentino setia menunggu. Florentino menunggu di mercusuar sembari menantikan kedatangan kapal laut yang menghantarkan Fermina kembali kepadanya.

Namun, semua itu sia-sia. Selang beberapa waktu akhirnya Fermina kembali, namun Fermina yang sekarang telah berubah, bukan lagi Fermina yang Florentino kenal dahulu.

Bahkan Fermina telah menganggap kisah mereka berdua di masa lalu hanyalah ilusi belaka. Itulah momen yang menyesakkan dalam kehidupan Florentino, Dewi Mahkotanya, ternyata telah melupakan semua kenangan akan mereka berdua.

Additional information

Weight 0,64 kg
Dimensions 14 × 20 cm
Author(s)

Format

Language

Pages

640

Publisher

Year Published

2018

ISBN

978-602-03-8267-8