Kumpulan Cerpen

Rp90,000.00

Available on backorder

Description

Ini adalah tempat yang telah dibawa oleh mimpiku tentang suatu tempat sunyi di Rusia. Setidaknya di tempat asalku, aku tinggal di gubuk lumpur yang tampak menyembul keluar dari gurun, angin bersih dan segar bertiup pada malam hari dan hanya kubah langit berbintang yang terbentang di atas kepalaku.*

Dalam Perang Dunia II, Solzhenitsyn menjadi seorang perwira Tentara Merah. Namun kritik kerasnya terhadap Iosef Stalin membuatnya dikirim ke kamp kerja paksa Gulag. Ia menelurkan banyak karya, di antaranya: Satu Hari dalam Hidup Ivan Denisovich, Agustus 1914, Roda Merah, Dua Ratus Tahun Bersama, dll. Pengalaman selama berada di Gulag dia tuangkan ke dalam The Gulag Archipelago. Karya inilah—di samping Satu Hari dalam Hidup Ivan Denisovich—yang di kemudian hari membuatnya terkenal. Kebanyakan karyanya dilarang di Rusia, dan dia harus memublikasikan karya-karya itu di luar Rusia.

Solzhenitsyn meraih hadiah Nobel dalam bidang sastra pada 1970 dan diasingkan dari Rusia (Uni Soviet) pada 1974. Hingga tahun 1990 dia tidak punya kewarganegaraan. Tak lama setelah Uni Soviet runtuh Solzhenitsyn kembali ke Rusia, yaitu pada 1994, dan menetap di sana hingga gagal jantung menutup usianya di dekat Moscow pada 2008.

Additional information

Weight 0.4 kg
Author(s)

Translator

Format

Language

Indonesia

Pages

308

Publisher

Year Published

2019

ISBN

978-623-6631-80-5